JAMBIUPDATE.CO, PAREPARE – Ratusan TKI yang dideportasi dari Malaysia berlabuh di Pelabuhan Nusantara, Parepare. Terbanyak asal Sulsel.
TKI ini berjumlah sekitar 243 orang. Menumpang di kapal KM Thalia dan di antaranya 185 warga asli Sulsel. Terbanyak dari Bone sebanyak 45 orang. Disusul Pinrang 30 orang, dan Bulukumba sekitar 25 orang.
Lainnya ada 26 warga luar Sulsel. Di antaranya 24 orang asal NTT, 4 warga NTB, dan 4 warga Jawa Timur. Khusus warga luar Sulsel, dijemput Badan Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia.
Nantinya akan ditampung di Makassar. Lainnya, dijemput Pemkab masing-masing. Sebelum masuk ke dalam bus yang sudah disiapkan, mereka disemprot disinfektan terlebih dahulu. Adapun rapid test, sudah dilakukan di Nunukan sehari sebelum naik kapal menuju
Parepare. Semuanya dinyatakan negatif. Meski begitu, isolasi akan tetap mereka jalani. Dikarantina selama 14 hari dengan menerapkan pola kesehatan standar internasional menurut WHO.
Koordinator Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pinrang, dalam hal ini Kadis Kesehatan Pinrang, Dyah Puspita Dewi, mengatakan, semua TKI dipastikan akan diisolasi di Gedung
Isolasi Mandiri Covid-19 Pinrang. “Kami isolasi di gedung Boarding School Aisyah. Disiapkan kamar dengan fasilitas tempat tidur dan AC,” bebernya.
Fasilitasnya lumayan nyaman. Ada televisi umum serta fasilitas makan minum dan semua TKI ini akan dipandu setiap hari. Mereka akan menjalani pemeriksaan rutin.”Jadi diruang isolasi ini disiapkan ruang untuk terima keluarga dengan standar yang telah kita terapkan sebelumnya,” jelasnya.
Kadis Perhubungan Kota Parepare Iskandar Nusu, di sela mengatur ratusan penumpang yang turun dari kapal berharap, semuanya berjalan dengan lancar. Sesuai arahan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe. “Pak wali minta agar standar kesehatan WHO diperketat,” bebernya. (sua)
Sumber: www.pojoksatu.id
